TETAP SEMANGAT DAN PANTANG MENYERAH
Jumat, 11 Januari 2013
Minggu, 06 Januari 2013
Kurikulum merupakan inti dari bidang
pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan.
Mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dan kehidupan manusia, maka
penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Penyusunan
kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan pada
hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Penyusunan kurikulum yang
tidak didasarkan pada landasan yang kuat dapat berakibat fatal terhadap
kegagalan pendidikan itu sendiri. Dengan sendirinya, akan berkibat pula
terhadap kegagalan proses pengembangan manusia. Kurikulum disusun untuk
mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan
peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan
nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta kesenian, sesuai
dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan. (Bab IX, Ps.37).
Pengebangan kurikulum berlandaskan faktor-faktor sebagai berikut:
- Tujuan filsafat dan pendidikan nasional yang dijadikan sebagai dasar untuk merumuskan tujuan institusional yang pada gilirannya menjadi landasan dalam merumuskan tujuan kurikulum suatu satuan pendidikan.
- Sosial budaya dan agama yang berlaku dalam masyarakat kita.
- Perkembangan peserta didik, yang menunjuk pada karekteristik perkembangan peserta didik.
- Keadaan lingkungan, yang dalam arti luas meliputi lingkungan manusiawi (interpersonal), lingkungan kebudayaan termasuk iptek (kultural), dan lingkungan hidup (bioekologi), serta lingkungan alam (geoekologis).
- Kebutuhan pembangunan, yang mencakup kebutuhan pembangunan di bidang ekonomi, kesejahteraan rakyat, hukum, hankam, dan sebagainya.
- Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang sesuai dengan sistem nilai dan kemanusiawian serta budaya bangsa.
Keenam faktor tersebut saling
kait-mengait antara satu dengan yang lainnya. Filsafat dan tujuan pendidikan
Filsafat pendidikan mengandung nilai-nilai atau cita-cita masyarakat.
Berdasarkan cita-cita tersebut terdapat landasan, mau dibawa kemana pendidikan
anak. Dengan kata lain, filsafat pendidikan merupakan pandangan hidup
masyarakat. Filsafat pendidikan menjadi landasan untuk merancang tujuan
pendidikan, prinsip-prinsip pembelajaran, serta perangkat pengalaman belajar
yang bersifat mendidik. Filsafat pendidikan dipengeruhi oleh dua hal pokok,
yakni (1). Cita-cita masyarakat, dan (2). Kebutuhan peserta didik yang hidup di
masyarakat. Nilai-nilai filsafat pendidikan harus dilaksanakan dalam perilaku
sehari-hari. Hal ini menunjukkan pentingnya filsafat pendidikan sebagai
landasan dalam rangka pengembangan kurikulum. Filsafat pendidikan sebagai
sumber tujuan. Filsafat pendidikan mengandung nilai-nilai atau perbuatan
seseorang atau masyarakat. Dalam filsafat pendidikan terkandung cita-cita
tentang model manusia yang diharapakan sesuai dengan nilai-nilai yang disetujui
oleh individu dan masyarakat. Karena itu, filsafat pendidikan harus dirumuskan
berdasarkan kriteria yang bersifat umum dan obyektif. Hopkin dalam bukunya
Interaction The democratic Process, mengemukakan kriteria antara lain:
- Kejelasan, filsafat/keyakinan harus jelas dan tidak boleh meragukan.
- Konsisten dengan kenyataan, berdasarkan penyelidikan yang akurat.
- Konsisten dengan pengalaman, yang sesuai dengan kehidupan individu.
Sosial budaya dan agama yang berlaku
di masyarakat Keadaan sosial budaya dan agama
tidaklah terlepas dari kehidupan kita. Keadaan sosial budayalah yang sangat
berpengaruh pada diri manusia, khususnya sebagai peserta didik. Sikap atau
tingkah laku seseorang sebagian besar dipengaruhi oleh interaksi sosial yang
membuat sseeorang untuk bertingkah laku yang sesuai dengan kondisi lingkungan
dan masyarakat sekitar. Agama yang membatasi tingkah laku kita juga sangat
besar pengaruhnya dalam membuat suatu kurikulum. Perkembangan Peserta didik
yang menunjuk pada karateristik perkembangannya Setiap peserta didik pasti
mempunyai karateristik yang berbeda. Dengan keadaan peserta didik yang memiliki
perbedaan dalam hal kemampuan beradaptasi atau dalan hal perkembangan, tentunya
juga ikut ambil bagian dalam melandasi terwujudnya kurikulum yang sesuai dengan
harapan. Kurikulum akan dibuat sedemikian rupa untuk mengimbangi perkembangan
peserta didiknya. Kedaaan lingkungan Dalam arti yang luas, lingkungan
merupakan suatu sistem yang disebut ekosistem, yang meliputi keseluruhan faktor
lingkungan, yang tertuju pada peningkatan mutu kehidupan di atas bumi ini.
Faktor-faktor dalam ekosistem itu, meliputi:
- Lingkungan manusiawi/interpersonal
- Lingkungan sosial budaya/kultural
- Lingkungan biologis, yang meliputi flora dan fauna
- Lingkungan geografis, seperti bumi, air, dan sebagainya.
Masing-masing faktor lingkungan
memiliki sumber daya yang dapat digunakan sebagai modal atau kekuatan yang
mempengaruhi pembangunan. Lingkungan manusiawi merupakan sumber daya menusia
(SDM), baik dalam jumlah maupun dalam mutunya. Lingkungan sosial budaya
merupakan sumber daya alam (SDA). Jadi ada tiga sumber daya alam (SDA). Jadi
ada tiga sumber daya yang terkait erat dengan pembangunan yang berwawasan
lingkungan. Kebutuhan Pembangunan Tujuan pokok pembangunan adalah untuk
menumbuhkan sikap dan tekad kemandirian manusia dan masyarakat Indonesia dalam
rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk mewujudkan kesejahteraan
lahir batin yang lebih selaras, adil dan merata. Keberhasilan pembangunan
ditandai oleh terciptanya suatu masyarakat yang maju, mandiri dan sejahtera.
Untuk mencapai tujuan pembangunan tersebut, maka dilaksanakan proses
pembangunan yang titik beratnya terletak pada pembangunan ekonomi yang seiring
dan didukung oleh pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, serta
upaya-upaya pembangunan di sektor lainnya. Hal ini menunjuk pada kebutuhan
pembangunan sesuai dengan sektor-sektor yang perlu dibangun itu sendiri, yang
bidang-bidang industri, pertanian, tenaga kerja, perdagangan, transportasi,
pertambangan, kehutanan, usaha nasional, pariwisata, pos dan telekomunikasi,
koperasi, pembangunan daerah, kelautan, kedirgantaraan, keuangan, transmigrasi,
energi dan lingkungan hidup (GBHN, 1993). Gambaran tentang proses dan tujuan
pembangunan tersebut di atas sekaligus menggambarkan kebutuhan pembangunan
secara kesuluruhan. Hal mana memberikan implikasi tertentu terhadap pendidikan
di perguruan tinggi. Dengan kata lain, penyelenggaraan pendidikan di perguruan
tinggi harus disesuaikandan diarahkan pada upaya –upaya dan kebutuhan
pembangunan, yang mencakup pembangunan ekonomi dan pengembangan sumber daya
manusia yang berkualitas. Penyelenggaraan pendidikan diarahkan untuk menyiapkan
peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan keilmuan dan
keahlian, yang bersifat mendukung ketercapaian cita-cita nasional, yakni suatu
masyarakat yang maju, mandiri, dan sejahtera. Perkembangan Ilmu Pengetahuan
dan Tekhnologi Pembangunan didukung oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan
tekhnologi dalam rangka mempercepat terwujudnya ketangguhan dan keunggulan
bangsa. Dukungan iptek terhadap pembangunan dimaksudkan untuk memacu
pembangunan menuju terwujudnya masyarakat mandiri, maju dan sejahtera. Untuk
mencapai tujuan dan kemampuan-kemampuan tersebut, maka ada tiga hal yang
dijadikan sebagai dasar, yakni:
- Pembangunan iptek harus berada dalam keseimbangan yang dinamis dan efektif dengan pembinaan sumber daya manusia, pengembangan sarana dan prasarana iptek, pelaksanaan penelitian dan pengembangan serta rekayasa dan produksi barang dan jasa.
- Pembangunan iptek tertuju pada peningkatan kualitas, yakni untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan dan kehidupan bangsa.
- Pembangunan iptek harus selaras (relevan) dengan nilai-nilai agama, nilai luhur budaya bangsa, kondisi sosial budaya, dan lingkungan hidup.
- Pembangunan iptek harus berpijak pada upaya peningkatan produktivitas, efisiensi dan efektivitas penelitian dan pengembangan yang lebih tinggi.
- Pembangunan iptek berdasarkan pada asas pemanfaatannya yang dapat memberikan pemecahan masalah konkret dalam pembangunan.
Penguasaan, pemanfaatan, dan
pengembangan ilmupengetahuan dan tekhnologi dilaksanakan oleh berbagai pihak,
yakni:
- Pemerintah, yang mengembangkan dan memanfaatkan iptek untuk menunjang pembangunan dalam segala bidang.
- Masyarakat, yang memanfaatkan iptek itu untuk pengembangan masyarakat dan mengembangkannya secara swadaya.
- Akademisis terutama di lingkungan perguruan tinggi, mengembangkan iptek untuk disumbangkan kepada pembangunan.
- Pengusaha, untuk kepentingan meningkatan produktivitas.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak
mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Fungsi pendidikan
Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:- Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
- Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
- Melestarikan kebudayaan.
- Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.
- Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.
- Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
- Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya.
- Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula
memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara
ekonomi pada orang tuanya.Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
Transmisi (pemindahan) kebudayaan. - Memilih dan mengajarkan peranan sosial
- .Menjamin integrasi sosial.
- Sekolah mengajarkan corak kepribadianSumber inovasi sosial.
Ilmu komputer (bahasa Inggris: computer Science), secara umum diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik tentang komputasi, perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Ilmu komputer mencakup beragam topik yang berkaitan dengan komputer, mulai dari analisa abstrak algoritma sampai subyek yang lebih konkret seperti bahasa pemrograman, perangkat lunak, termasuk perangkat keras. Sebagai suatu disiplin ilmu, Ilmu Komputer lebih menekankan pada pemrograman komputer, dan rekayasa perangkat lunak (software), sementara teknik komputer lebih cenderung berkaitan dengan hal-hal seperti perangkat keras komputer (hardware). Namun demikian, kedua istilah tersebut sering disalah-artikan oleh banyak orang.
Tesis Church-Turing menyatakan bahwa semua alat komputasi yang telah umum diketahui sebenarnya sama dalam hal apa yang bisa mereka lakukan, sekalipun dengan efisiensi yang berbeda. Tesis ini kadang-kadang dianggap sebagai prinsip dasar dari ilmu komputer. Para ahli ilmu komputer biasanya menekankan komputer von Neumann atau mesin Turing (komputer yang mengerjakan tugas yang kecil dan deterministik pada suatu waktu tertentu), karena hal seperti itulah kebanyakan komputer digunakan sekarang ini. Para ahli ilmu komputer juga mempelajari jenis mesin yang lain, beberapa diantaranya belum bisa dipakai secara praktikal (seperti komputer neural, komputer DNA, dan komputer kuantum) serta beberapa diantaranya masih cukup teoritis (seperti komputer random and komputer oracle).
Ilmu Komputer mempelajari apa yang bisa dilakukan oleh beberapa program, dan apa yang tidak (komputabilitas dan intelegensia buatan), bagaimana program itu harus mengevaluasi suatu hasil (algoritma), bagaimana program harus menyimpan dan mengambil bit tertentu dari suatu informasi (struktur data), dan bagaimana program dan pengguna berkomunikasi (antarmuka pengguna dan bahasa pemrograman).
Ilmu komputer berakar dari elektronika, matematika dan linguistik. Dalam tiga dekade terakhir dari abad 20, ilmu komputer telah menjadi suatu disiplin ilmu baru dan telah mengembangkan metode dan istilah sendiri.
Departemen ilmu komputer pertama didirikan di Universitas Purdue pada tahun 1962. Hampir semua universitas sekarang mempunyai departemen ilmu komputer.
Penghargaan tertinggi dalam ilmu komputer adalah Turing Award, pemenang penghargaan ini adalah semua pionir di bidangnya.
Edsger Dijkstra mengatakan:
Tesis Church-Turing menyatakan bahwa semua alat komputasi yang telah umum diketahui sebenarnya sama dalam hal apa yang bisa mereka lakukan, sekalipun dengan efisiensi yang berbeda. Tesis ini kadang-kadang dianggap sebagai prinsip dasar dari ilmu komputer. Para ahli ilmu komputer biasanya menekankan komputer von Neumann atau mesin Turing (komputer yang mengerjakan tugas yang kecil dan deterministik pada suatu waktu tertentu), karena hal seperti itulah kebanyakan komputer digunakan sekarang ini. Para ahli ilmu komputer juga mempelajari jenis mesin yang lain, beberapa diantaranya belum bisa dipakai secara praktikal (seperti komputer neural, komputer DNA, dan komputer kuantum) serta beberapa diantaranya masih cukup teoritis (seperti komputer random and komputer oracle).
Ilmu Komputer mempelajari apa yang bisa dilakukan oleh beberapa program, dan apa yang tidak (komputabilitas dan intelegensia buatan), bagaimana program itu harus mengevaluasi suatu hasil (algoritma), bagaimana program harus menyimpan dan mengambil bit tertentu dari suatu informasi (struktur data), dan bagaimana program dan pengguna berkomunikasi (antarmuka pengguna dan bahasa pemrograman).
Ilmu komputer berakar dari elektronika, matematika dan linguistik. Dalam tiga dekade terakhir dari abad 20, ilmu komputer telah menjadi suatu disiplin ilmu baru dan telah mengembangkan metode dan istilah sendiri.
Departemen ilmu komputer pertama didirikan di Universitas Purdue pada tahun 1962. Hampir semua universitas sekarang mempunyai departemen ilmu komputer.
Penghargaan tertinggi dalam ilmu komputer adalah Turing Award, pemenang penghargaan ini adalah semua pionir di bidangnya.
Edsger Dijkstra mengatakan:
- Ilmu komputer bukan tentang komputer sebagaimana astronomi bukan tentang teleskop
- Ilmu komputer umurnya tidak setua fisika; lebih muda beberapa ratus tahun. Walaupun begitu, ini tidak berarti bahwa "hidangan" ilmuwan komputer jauh lebih sedikit dibanding fisikawan. Memang lebih muda, tapi dibesarkan secara jauh lebih intensif!
Langganan:
Postingan (Atom)